Saturday, July 28, 2018

Dua Dunia



Dua Dunia

Aku adalah Fahri anak kedua dari tiga bersaudara, sedangkan adikku namanya rayhan dan kakak perempuanku bernama Nina. Kami tinggal di rumah sepeninggalan kakek saya yang telah meninggal beberapa bulan yang lalu, rumah ini cukup besar karna memiliki dua lantai, namun kami sekeluarga hanya tinggal dibawah saja, itu dikarenakan rumah atas terbuat dari kayu yang sudah tak terawat lagi dan juga sudah mulai terlihat usang walaupun masih kuat jika untuk ditinggali.

Awal kami tinggal disana memang tidak ada hal aneh yang terasa disana, namun hal-hal aneh mulai dirasakan oleh adikku rayhan baru-baru ini, dia bilang padaku waktu dia bangun malam hari tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki dari lantai atas, namun saya langsung menampiknya saya bilang itu mungkin suara tikus yang memang sering berkeliaran pada malam hari.

Keesokan harinya kami bertiga bermain di teras depan rumah, beberapa menit kami bermain kak nina akhirnya bosan dan masuk kerumah untuk nonton tv katanya. Akhirnya kami Cuma bermain berdua saja. Cukup lama kami bermain, Tak ada angin tiba-tiba jendela rumah atas terbuka sendiri, itu terlihat jelas dari tempat kami bermain dan kami terkejut dan langsung berlari kerumah untuk memberi tahu kak nina, namun ketika kami kembali keteras depan bersama kak nina jendelah tadi kembali tertutup, aku heran padahal tadi lihat jelas bahwa jendela itu terbuka lebar dan sekarang malah tertutup dengan rapat.

Sehari telah berlalu semenjak kejadian itu, sepulang sekolah bersama rayhan kami langsung bermain keluar bersama teman-teman karena takut kejadian kemarin terulang lagi. Keasikan bermain kami pulang terlalu sore, akhirnya sampai rumah kami langsung mandi dan tidur. Entah apa karena tidur terlalu awal aku malah terbangun di pertengahan malam, merasa haus aku pergi kedapur untuk minum sgelas air, ketika saya mau kembali kekamar aku mendengar suara seperti orang yang sedang menyapu lantai dan itu terdengar sangat jelas ditelingaku. Karena takut aku lari kekamar dan langsung tidur.

Pagi harinya aku langsung cerita pada rayhan dan dia malah tertawa sambil bilang mungkin itu tikus yang lagi nyapu. Karena aku penasaran dengan kejadian kejadian aneh itu, aku berencana untuk mengajak rayhan untuk kelantai atas tengah malam nanti, setelah kuceritakan rayhan akhirnya juga mau untuk melihat kelantai atas dan mencari tau apa sebenarnya yang terjadi di atas.

Selesai makan malam kami langsung tidur dan menyetel alarm jam dua belas malam. Keasikan tidur terdengar suara kringgg....kringg ternyata suara alarm tadi dan aku langsung membangunkan rayhan, menghilangkan kantuk sejenak kami langsung ke lantai atas, terasa menakutkan disana kami coba untuk menyusuri semua ruangan, dari ruangan paling belakang, runag tengah sampai kekamar depan eh malah tidak ada apa-apa disana, karena merasa tidak ada yang curigai lagi kami pun langsung turun kebawah, baru mau turun dari tangga di ruang tengah eh tiba-tiba terdengar suara geduran keras dari ruang kamar depan, kami langsung menuju kesana tapi kamarnya malah terkunci, padahal tadi kamarnya tidak kami kunci dan memang kuncinya telah hilang sejak dulu jadi tidak mungkin jika kami bisa menguncinya. Kami berusaha untuk membuka pintunya namun sangat susah sekali, lama mencari cara untuk membuka pintu itu akhirnya terbuka juga, setelah kami lihat kamarnya lagi-lagi tidak hal aneh yang terjadi disana, kami memutuskan untuk berhenti mencari dan turun kebawah.

Baru mau berbalik tiba-tiba pintunya tertutup sendiri dan terkunci, dan saat itulah kami merasa ketakutan dan coba untuk membuka pintunya namun lagi-lagi susah untuk di buka, saat lagi berusaha membuka pintu itu kemudian terengar suara kursi yang bergeser di belakang kami dan setelah kami lihat kebelakang dan kami berdua kaget melihat sesosok hitam dan bertubuh besar duduk diatas kursi tersebut. Kami pun ketakutan dan mencoba untuk mendobrak pintu itu, coba dobrak terus akhirnya pintu tersebut terbuka dan kami pun langsung lari dan menuju kekamar kami.

Besoknya kejadian tadi malam kami ceritakan pada nina dan orang tua saya, mendengar hal itu orang tua saya langsung mendatangi ustadz dan mengajaknya kerumah umtuk melihat kondisi rumah kami. Ketika ustadz itu melihat rumah di lantai atas itu dia melihat-lihat di setiap ruang  dan sedikit berdo’a lalu langsung turun. Dan saat berbincang dengan orang tua kami ustadz berkata memang di dunia kita tinggal bersama mahluk lain selain manusia, hewan dan tumbuhan. Mahluk ini wajib kita yakini keberadaannya namun yang membedakan antara dunia kita dan dunia mereka adalah dimensinya, ustadz berkata kita tidak perlu takut jika tidak saling mengganggu tidak akan terjadi apa-apa, sebaliknya mereka juga tidak akan mengganggu jika tidak ada yang mengganggu.

Semenjak mendengar apa yang diucapkan ustadz itu saya tidak mau dan tidak berani lagi untuk ke lantai atas apa lagi di malam hari, dan bebarapa hari telah berlalu kejadian itu tidak terjadi lagi, tidak lagi terdengar suara-suara aneh dari lantai atas baik di siang hari maupun di malam hari, saya berpikir mungkin itu karena kami coba untuk tidak mengusik mereka.

Akhirnya kami sekeluarga hidup tenang disana, tepatnya dilantai bawah. Dan ‘’mungkin’’ mereka juga tenang di atas sana. Dan jadilah kami, dua keluarga, satu dunia, dua dimensi dan satu rumah.  “Mungkin”...  J

SELESAI....
Cerita ini hanyalah karangan semata, maaf jika ada kesalahan kata, terima kasih..

Kontak person :

Wednesday, July 4, 2018

Rumahku di Sebelah



Rumahku di Sebelah

Nadia perempuan yang terlahir dari keluarga yang terbilang mampu, berdarah sumatera namun sudah tiga kali pindah rumah karena harus ikut orang tua kerja yang memang mengharus kan untuk pindah keluar kota. Umurnya baru sekitar 17 tahun baru beranjak dewasa.
Baru beberapa minggu dia pindah rumah bersama orang tuanya, kehidupan nya masih berjalan biasa saja teman pun belum punya, namun pada minggu kedua sepulang sekolah nadia bertemu seorang perempuan yang usianya kira-kira sebaya dengannya di pohon besar 200 meter sekitar rumahnya, kebetulan daerah tempat mereka tinggal masih belum terlalu banyak rumah, hanya ada beberapa rumah disekitar tempat tinggalnya. Ada dua keluarga di depan rumahnya dan hanya ada satu rumah disamping kiri itu pun sudah beberapa tahun tidak di huni dan sudah terlihat tidak terawat, sedangkan disamping kanan rumahnya hanya ada pepohonan yang lebat dan tinggi.
Setelah melihat perempuan itu yang sedang duduk sendirian di akar kayu yang besar sambil menatap kearah danau yang indah dan bersih, ia langsung datang dan mendekati perempuan tersebut dan bertanya apa yang sedang ia lakukan disini. Kemudian perempuan itu menjawab dengan nada yang datar dan megatakan “aku sedang melihat dunia”, nadia pun bingung apa maksud perkataannya itu namun nadia tidak mau pusing untuk memikirkan hal itu. Setelsh bertanya ia pun langsung pulang kerumah karena dia baru ingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus ia lakukan. Beberapa langkah ia beranjak dari tempat itu melihat dari kejauhan ketempat perempuan tadi teryata dia sudah tidak ada disana, sedikit bingung kemana dan begitu cepat nya pergi perempuan itu.
Keesokan harinya nadia kembali bertemu dengan perempuan itu ditempat yang sama, dan ia pun kembali bertanya apa yang sedang kamu lakukan, namun jawabannya pun juga sama seperti kemarin. Karena penasaran dan kebetulan nadia belum mempunyai teman, ia pun langsung berniat untuk berteman dengannya dan menanyakan nama nya, diketahui bahwa nama perempuan itu adalah melati jawabnya kembali datar saat nadia betanya. Nadia pun mulai menanyakan beberapa hal tentang dia dan merekapun mulai berbincang cukup lama sampai mereka mulai terlihat akrab.
Diselah selah obrolan mereka, nadia menanyakan dimana tempat tinggalnya, melati diam seaat lalu berkata “rumah ku tepat disamping rumahmu” lalu nadia terkejut dan bingung dari mana dia tau tempat tinggalnya sedangkan mereka baru kenal, namun nadia berpikir bahwa mungkin melati pernah melihatnya waktu sepulang sekolah masuk kerumah. Nadia juga binggung ternyata rumah yang terlihat usang itu adalah rumahnya melati, nadia tidak berani untuk menayakan tentang keadaan rumahnya itu takut menyinggung melati nanti pikirnya.
Pada hari ketiga nadia sepulang sekolah, nadia sudah tidak melihat melati lagi di sekitar tempat pertam mereka bertemu, seharian mereka tidak bertemu, waktu lewat depan rumahnya pun disana terlihat sepi, nadia penasaran dimanah melatih sekarang.
Malam harinya nadia mulai beranjak tidur sembari melihat sesekali kearah rumah melatih dari jendela, namu  yang terlihat hanya rumah yang sepi dan menyeramkan, lau nadia berpikir apa benar melatih tinggal disitu. Baru mau mulai tidur nadia pun mendengar suara pecahan kaca di rumah nya melatih dan mendengar suara-suara aneh dari arah sana. Nadia mencoba untuk melihat kembali dari jendela namun seketika keadaan kembali hening sperti tidak terjadi apa-apa disana. Nadia pun kembali beranjak untuk tidur, tiba-tiba lampu padam nadia pun kembali mendengar suara-suara aneh namun kali ini suara itu berasal dari depan pintu kamarnya, suaranya nampak terdengar seperti rintihan ucapan tolong, dengan sedikit ketakutan sambil menyalakan senter nadia pun bergegas kearah pintu kamarnya dan ia terkejut melihat ada seorang perempuan yang terlihat wajah yang kotor dan berbaju putih panjang dengan berlemuran darah melompat tembus ke jendela luar rumahnya, nadia merasa ketakutan dan berkeringat dingin lalu tergeletak jatuh lututnya, mungkin bawaan shock seketika lampu kembali hidup, belum habis pikir ia tentang kejadian yang dia lihat barusan, nadia kembali terkejut, ternyata tepat berada di hadapannya berlumuran darah dilantai yang bertulisan “pohon”. Karena capek dan lelah dia pun langsung menuju ke kasur dan tidur tanpa membersihkan lumuran darah tersebut.
Paginya nadia bangun dan ingin mandi sebelum beranjak kesekolah, ia kembali bingung dan kaget lumuran darah yang dia lihat semalam sudah hilang dan lantainya sangat bersih terlihat tidak ada bekas darah sedikit pun.
Di sekolah ia pun bingung dengan kejadian semalam belajarnya juga jadi tidak fokus, lalu dia terpikir untuk menceritakn kejadian itu pada melatih sepulang sekolah nanti. Ketika pulang nadia kembali tidak melihat melatih di tempat biasa, lalu di sore hari nadia mencoba untuk mememui melatih langsung kerumahnya, ketika berada didepan rumah melatih nadia kembali bingung karrena tempat itu seperti tidak ada orang, nadia mencoba memanggil nama melatih untuk mengajak nya bermain, namun setelah sekian lama ia disana tidak ada jawaban dari seorang pun. Karena merasah tidak ada jawaban nadia mencoba untuk masuk untuk mencari melatih, ternyata benar rumah ini memang tidak ada orang di dalamya, kemudian perhatian nadia teralihkan pada suatu ruangan, kemudian ia mendekat lalu ia terkejut melihat darah lagi yang berlumuran di kaca jendela ruangan itu, sontak nadia langsung lari dan kembali kerumahnya.
Malamnya ia kepikiran tentang kejadian itu dan bertanya-tanya dimana melatih, waktu sekarang sudah beranjak jam 7 malam, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu rumahnya nadia, kemudian nadia membuka pintu sedangkan kedua orang tuanya sedang asik menonton tv, ketika ia membuka pintu ia pun terkejut melihat itu ternyata adalah melatih, lalu nadia langsung kemana kamu kamaren melatih, maaf aku kamaren masuk kerumah kamu dan tidak ada orang disana, jadi aku masuk untuk mencari kamu, nadia menanyakan kan tentang darah yang ada di kaca jendelan itu, melatih menyelah dan menjawab bahwa dia kemaren sore kerumah saudara dan dia bilang waktu pulang dia tidak melihat sedikit pun darah disana.
Setelah berbincang sedikit melatih kemudia mengajak nadia untuk main kerumahnya sebentar, mereka pun langsung menuju kerumahnya dan main kamarnya melatih, mereka asik berbincang lampu tiba-tiba padam, sekejap hidup kembali ternyatah melatih sudah tidak ada, nadia terkejut akan hilangnya melatih, kok bisa secepat itu pikirnya. Tiba –tiba lampu kembali pada dan nadia melihat soerang gadis berjalan di kegelapan malam yang hanya ada sinar yang tembus dari arah rumahnya nadia, gadis itu berjalan didepan kamarnya melatih. Nadia pikir mungkin itu melatih dan langsung mengikuti gadis itu dari belakang, nadia perlahan mengikuti gadis itu keluar rumah melalui pintu belakang, lalu gadis itu berjalan melewati belakang rumah nya nadia dan berhenti di sebuah pohon besar samping kanan rumahnya. Ketika nadia kesana tiba-tiba gadis tadi telah menghilang, lalu nadia mencari kemana perginya gadis tadi dan nadia pun tidak menemukan gadis itu disekitar sana, hening sebentar di sana tiba-tiba nadia mencium bau busuk, kaget dia melihat kearah atas ternyata ada seorang perempuan tergantung dengan sueutas tali di lehernya, kemudian nadia langsung memberitau orang tuanya dan langsung saja setelah beberapa jam kemudian kejadian itu diselidiki oleh pihak kepolisian.
Keesokan harinya di sore hari terungkap, hasil dari penyelidikan polisi bahwa perempuan itu adalah seorang anak yang bernama Melatih yang sudah meninggal kira-kira enam hari yang lalu. Dan diketahui rumah usang itu ternyata bukanlah rumahnya keluarga melati, melainkan melati hanya ingin menunjukkan bahwa tempat tinggalnya ada di pohon besar itu tepat disamping kanan rumahnhya.

SELESAI....
Cerita ini hanyalah karangan semata, maaf jika ada kesalahan kata, terima kasih..


Kontak person :
WA      : 0852-6985-4520