Rumahku
di Sebelah
Nadia
perempuan yang terlahir dari keluarga yang terbilang mampu, berdarah sumatera
namun sudah tiga kali pindah rumah karena harus ikut orang tua kerja yang
memang mengharus kan untuk pindah keluar kota. Umurnya baru sekitar 17 tahun
baru beranjak dewasa.
Baru
beberapa minggu dia pindah rumah bersama orang tuanya, kehidupan nya masih
berjalan biasa saja teman pun belum punya, namun pada minggu kedua sepulang
sekolah nadia bertemu seorang perempuan yang usianya kira-kira sebaya dengannya
di pohon besar 200 meter sekitar rumahnya, kebetulan daerah tempat mereka
tinggal masih belum terlalu banyak rumah, hanya ada beberapa rumah disekitar
tempat tinggalnya. Ada dua keluarga di depan rumahnya dan hanya ada satu rumah
disamping kiri itu pun sudah beberapa tahun tidak di huni dan sudah terlihat
tidak terawat, sedangkan disamping kanan rumahnya hanya ada pepohonan yang
lebat dan tinggi.
Setelah
melihat perempuan itu yang sedang duduk sendirian di akar kayu yang besar
sambil menatap kearah danau yang indah dan bersih, ia langsung datang dan
mendekati perempuan tersebut dan bertanya apa yang sedang ia lakukan disini. Kemudian
perempuan itu menjawab dengan nada yang datar dan megatakan “aku sedang melihat
dunia”, nadia pun bingung apa maksud perkataannya itu namun nadia tidak mau
pusing untuk memikirkan hal itu. Setelsh bertanya ia pun langsung pulang kerumah
karena dia baru ingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus ia lakukan. Beberapa
langkah ia beranjak dari tempat itu melihat dari kejauhan ketempat perempuan
tadi teryata dia sudah tidak ada disana, sedikit bingung kemana dan begitu
cepat nya pergi perempuan itu.
Keesokan
harinya nadia kembali bertemu dengan perempuan itu ditempat yang sama, dan ia
pun kembali bertanya apa yang sedang kamu lakukan, namun jawabannya pun juga
sama seperti kemarin. Karena penasaran dan kebetulan nadia belum mempunyai
teman, ia pun langsung berniat untuk berteman dengannya dan menanyakan nama
nya, diketahui bahwa nama perempuan itu adalah melati jawabnya kembali datar
saat nadia betanya. Nadia pun mulai menanyakan beberapa hal tentang dia dan
merekapun mulai berbincang cukup lama sampai mereka mulai terlihat akrab.
Diselah
selah obrolan mereka, nadia menanyakan dimana tempat tinggalnya, melati diam
seaat lalu berkata “rumah ku tepat disamping rumahmu” lalu nadia terkejut dan
bingung dari mana dia tau tempat tinggalnya sedangkan mereka baru kenal, namun
nadia berpikir bahwa mungkin melati pernah melihatnya waktu sepulang sekolah
masuk kerumah. Nadia juga binggung ternyata rumah yang terlihat usang itu
adalah rumahnya melati, nadia tidak berani untuk menayakan tentang keadaan
rumahnya itu takut menyinggung melati nanti pikirnya.
Pada
hari ketiga nadia sepulang sekolah, nadia sudah tidak melihat melati lagi di
sekitar tempat pertam mereka bertemu, seharian mereka tidak bertemu, waktu
lewat depan rumahnya pun disana terlihat sepi, nadia penasaran dimanah melatih
sekarang.
Malam
harinya nadia mulai beranjak tidur sembari melihat sesekali kearah rumah
melatih dari jendela, namu yang terlihat
hanya rumah yang sepi dan menyeramkan, lau nadia berpikir apa benar melatih
tinggal disitu. Baru mau mulai tidur nadia pun mendengar suara pecahan kaca di
rumah nya melatih dan mendengar suara-suara aneh dari arah sana. Nadia mencoba
untuk melihat kembali dari jendela namun seketika keadaan kembali hening sperti
tidak terjadi apa-apa disana. Nadia pun kembali beranjak untuk tidur, tiba-tiba
lampu padam nadia pun kembali mendengar suara-suara aneh namun kali ini suara
itu berasal dari depan pintu kamarnya, suaranya nampak terdengar seperti
rintihan ucapan tolong, dengan sedikit ketakutan sambil menyalakan senter nadia
pun bergegas kearah pintu kamarnya dan ia terkejut melihat ada seorang
perempuan yang terlihat wajah yang kotor dan berbaju putih panjang dengan
berlemuran darah melompat tembus ke jendela luar rumahnya, nadia merasa
ketakutan dan berkeringat dingin lalu tergeletak jatuh lututnya, mungkin bawaan
shock seketika lampu kembali hidup, belum habis pikir ia tentang kejadian yang
dia lihat barusan, nadia kembali terkejut, ternyata tepat berada di hadapannya
berlumuran darah dilantai yang bertulisan “pohon”. Karena capek dan lelah dia
pun langsung menuju ke kasur dan tidur tanpa membersihkan lumuran darah
tersebut.
Paginya
nadia bangun dan ingin mandi sebelum beranjak kesekolah, ia kembali bingung dan
kaget lumuran darah yang dia lihat semalam sudah hilang dan lantainya sangat
bersih terlihat tidak ada bekas darah sedikit pun.
Di
sekolah ia pun bingung dengan kejadian semalam belajarnya juga jadi tidak
fokus, lalu dia terpikir untuk menceritakn kejadian itu pada melatih sepulang
sekolah nanti. Ketika pulang nadia kembali tidak melihat melatih di tempat
biasa, lalu di sore hari nadia mencoba untuk mememui melatih langsung
kerumahnya, ketika berada didepan rumah melatih nadia kembali bingung karrena
tempat itu seperti tidak ada orang, nadia mencoba memanggil nama melatih untuk
mengajak nya bermain, namun setelah sekian lama ia disana tidak ada jawaban
dari seorang pun. Karena merasah tidak ada jawaban nadia mencoba untuk masuk
untuk mencari melatih, ternyata benar rumah ini memang tidak ada orang di dalamya,
kemudian perhatian nadia teralihkan pada suatu ruangan, kemudian ia mendekat
lalu ia terkejut melihat darah lagi yang berlumuran di kaca jendela ruangan
itu, sontak nadia langsung lari dan kembali kerumahnya.
Malamnya
ia kepikiran tentang kejadian itu dan bertanya-tanya dimana melatih, waktu
sekarang sudah beranjak jam 7 malam, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu
rumahnya nadia, kemudian nadia membuka pintu sedangkan kedua orang tuanya
sedang asik menonton tv, ketika ia membuka pintu ia pun terkejut melihat itu
ternyata adalah melatih, lalu nadia langsung kemana kamu kamaren melatih, maaf
aku kamaren masuk kerumah kamu dan tidak ada orang disana, jadi aku masuk untuk
mencari kamu, nadia menanyakan kan tentang darah yang ada di kaca jendelan itu,
melatih menyelah dan menjawab bahwa dia kemaren sore kerumah saudara dan dia
bilang waktu pulang dia tidak melihat sedikit pun darah disana.
Setelah
berbincang sedikit melatih kemudia mengajak nadia untuk main kerumahnya
sebentar, mereka pun langsung menuju kerumahnya dan main kamarnya melatih,
mereka asik berbincang lampu tiba-tiba padam, sekejap hidup kembali ternyatah
melatih sudah tidak ada, nadia terkejut akan hilangnya melatih, kok bisa
secepat itu pikirnya. Tiba –tiba lampu kembali pada dan nadia melihat soerang
gadis berjalan di kegelapan malam yang hanya ada sinar yang tembus dari arah
rumahnya nadia, gadis itu berjalan didepan kamarnya melatih. Nadia pikir
mungkin itu melatih dan langsung mengikuti gadis itu dari belakang, nadia
perlahan mengikuti gadis itu keluar rumah melalui pintu belakang, lalu gadis
itu berjalan melewati belakang rumah nya nadia dan berhenti di sebuah pohon
besar samping kanan rumahnya. Ketika nadia kesana tiba-tiba gadis tadi telah
menghilang, lalu nadia mencari kemana perginya gadis tadi dan nadia pun tidak
menemukan gadis itu disekitar sana, hening sebentar di sana tiba-tiba nadia
mencium bau busuk, kaget dia melihat kearah atas ternyata ada seorang perempuan
tergantung dengan sueutas tali di lehernya, kemudian nadia langsung memberitau
orang tuanya dan langsung saja setelah beberapa jam kemudian kejadian itu diselidiki
oleh pihak kepolisian.
Keesokan
harinya di sore hari terungkap, hasil dari penyelidikan polisi bahwa perempuan
itu adalah seorang anak yang bernama Melatih yang sudah meninggal kira-kira
enam hari yang lalu. Dan diketahui rumah usang itu ternyata bukanlah rumahnya
keluarga melati, melainkan melati hanya ingin menunjukkan bahwa tempat
tinggalnya ada di pohon besar itu tepat disamping kanan rumahnhya.
SELESAI....
Cerita ini hanyalah
karangan semata, maaf jika ada kesalahan kata, terima kasih..
Kontak person :
Email : alfadil072@gmail.com
WA : 0852-6985-4520
No comments:
Post a Comment