Wednesday, July 4, 2018

Rumahku di Sebelah



Rumahku di Sebelah

Nadia perempuan yang terlahir dari keluarga yang terbilang mampu, berdarah sumatera namun sudah tiga kali pindah rumah karena harus ikut orang tua kerja yang memang mengharus kan untuk pindah keluar kota. Umurnya baru sekitar 17 tahun baru beranjak dewasa.
Baru beberapa minggu dia pindah rumah bersama orang tuanya, kehidupan nya masih berjalan biasa saja teman pun belum punya, namun pada minggu kedua sepulang sekolah nadia bertemu seorang perempuan yang usianya kira-kira sebaya dengannya di pohon besar 200 meter sekitar rumahnya, kebetulan daerah tempat mereka tinggal masih belum terlalu banyak rumah, hanya ada beberapa rumah disekitar tempat tinggalnya. Ada dua keluarga di depan rumahnya dan hanya ada satu rumah disamping kiri itu pun sudah beberapa tahun tidak di huni dan sudah terlihat tidak terawat, sedangkan disamping kanan rumahnya hanya ada pepohonan yang lebat dan tinggi.
Setelah melihat perempuan itu yang sedang duduk sendirian di akar kayu yang besar sambil menatap kearah danau yang indah dan bersih, ia langsung datang dan mendekati perempuan tersebut dan bertanya apa yang sedang ia lakukan disini. Kemudian perempuan itu menjawab dengan nada yang datar dan megatakan “aku sedang melihat dunia”, nadia pun bingung apa maksud perkataannya itu namun nadia tidak mau pusing untuk memikirkan hal itu. Setelsh bertanya ia pun langsung pulang kerumah karena dia baru ingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus ia lakukan. Beberapa langkah ia beranjak dari tempat itu melihat dari kejauhan ketempat perempuan tadi teryata dia sudah tidak ada disana, sedikit bingung kemana dan begitu cepat nya pergi perempuan itu.
Keesokan harinya nadia kembali bertemu dengan perempuan itu ditempat yang sama, dan ia pun kembali bertanya apa yang sedang kamu lakukan, namun jawabannya pun juga sama seperti kemarin. Karena penasaran dan kebetulan nadia belum mempunyai teman, ia pun langsung berniat untuk berteman dengannya dan menanyakan nama nya, diketahui bahwa nama perempuan itu adalah melati jawabnya kembali datar saat nadia betanya. Nadia pun mulai menanyakan beberapa hal tentang dia dan merekapun mulai berbincang cukup lama sampai mereka mulai terlihat akrab.
Diselah selah obrolan mereka, nadia menanyakan dimana tempat tinggalnya, melati diam seaat lalu berkata “rumah ku tepat disamping rumahmu” lalu nadia terkejut dan bingung dari mana dia tau tempat tinggalnya sedangkan mereka baru kenal, namun nadia berpikir bahwa mungkin melati pernah melihatnya waktu sepulang sekolah masuk kerumah. Nadia juga binggung ternyata rumah yang terlihat usang itu adalah rumahnya melati, nadia tidak berani untuk menayakan tentang keadaan rumahnya itu takut menyinggung melati nanti pikirnya.
Pada hari ketiga nadia sepulang sekolah, nadia sudah tidak melihat melati lagi di sekitar tempat pertam mereka bertemu, seharian mereka tidak bertemu, waktu lewat depan rumahnya pun disana terlihat sepi, nadia penasaran dimanah melatih sekarang.
Malam harinya nadia mulai beranjak tidur sembari melihat sesekali kearah rumah melatih dari jendela, namu  yang terlihat hanya rumah yang sepi dan menyeramkan, lau nadia berpikir apa benar melatih tinggal disitu. Baru mau mulai tidur nadia pun mendengar suara pecahan kaca di rumah nya melatih dan mendengar suara-suara aneh dari arah sana. Nadia mencoba untuk melihat kembali dari jendela namun seketika keadaan kembali hening sperti tidak terjadi apa-apa disana. Nadia pun kembali beranjak untuk tidur, tiba-tiba lampu padam nadia pun kembali mendengar suara-suara aneh namun kali ini suara itu berasal dari depan pintu kamarnya, suaranya nampak terdengar seperti rintihan ucapan tolong, dengan sedikit ketakutan sambil menyalakan senter nadia pun bergegas kearah pintu kamarnya dan ia terkejut melihat ada seorang perempuan yang terlihat wajah yang kotor dan berbaju putih panjang dengan berlemuran darah melompat tembus ke jendela luar rumahnya, nadia merasa ketakutan dan berkeringat dingin lalu tergeletak jatuh lututnya, mungkin bawaan shock seketika lampu kembali hidup, belum habis pikir ia tentang kejadian yang dia lihat barusan, nadia kembali terkejut, ternyata tepat berada di hadapannya berlumuran darah dilantai yang bertulisan “pohon”. Karena capek dan lelah dia pun langsung menuju ke kasur dan tidur tanpa membersihkan lumuran darah tersebut.
Paginya nadia bangun dan ingin mandi sebelum beranjak kesekolah, ia kembali bingung dan kaget lumuran darah yang dia lihat semalam sudah hilang dan lantainya sangat bersih terlihat tidak ada bekas darah sedikit pun.
Di sekolah ia pun bingung dengan kejadian semalam belajarnya juga jadi tidak fokus, lalu dia terpikir untuk menceritakn kejadian itu pada melatih sepulang sekolah nanti. Ketika pulang nadia kembali tidak melihat melatih di tempat biasa, lalu di sore hari nadia mencoba untuk mememui melatih langsung kerumahnya, ketika berada didepan rumah melatih nadia kembali bingung karrena tempat itu seperti tidak ada orang, nadia mencoba memanggil nama melatih untuk mengajak nya bermain, namun setelah sekian lama ia disana tidak ada jawaban dari seorang pun. Karena merasah tidak ada jawaban nadia mencoba untuk masuk untuk mencari melatih, ternyata benar rumah ini memang tidak ada orang di dalamya, kemudian perhatian nadia teralihkan pada suatu ruangan, kemudian ia mendekat lalu ia terkejut melihat darah lagi yang berlumuran di kaca jendela ruangan itu, sontak nadia langsung lari dan kembali kerumahnya.
Malamnya ia kepikiran tentang kejadian itu dan bertanya-tanya dimana melatih, waktu sekarang sudah beranjak jam 7 malam, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu rumahnya nadia, kemudian nadia membuka pintu sedangkan kedua orang tuanya sedang asik menonton tv, ketika ia membuka pintu ia pun terkejut melihat itu ternyata adalah melatih, lalu nadia langsung kemana kamu kamaren melatih, maaf aku kamaren masuk kerumah kamu dan tidak ada orang disana, jadi aku masuk untuk mencari kamu, nadia menanyakan kan tentang darah yang ada di kaca jendelan itu, melatih menyelah dan menjawab bahwa dia kemaren sore kerumah saudara dan dia bilang waktu pulang dia tidak melihat sedikit pun darah disana.
Setelah berbincang sedikit melatih kemudia mengajak nadia untuk main kerumahnya sebentar, mereka pun langsung menuju kerumahnya dan main kamarnya melatih, mereka asik berbincang lampu tiba-tiba padam, sekejap hidup kembali ternyatah melatih sudah tidak ada, nadia terkejut akan hilangnya melatih, kok bisa secepat itu pikirnya. Tiba –tiba lampu kembali pada dan nadia melihat soerang gadis berjalan di kegelapan malam yang hanya ada sinar yang tembus dari arah rumahnya nadia, gadis itu berjalan didepan kamarnya melatih. Nadia pikir mungkin itu melatih dan langsung mengikuti gadis itu dari belakang, nadia perlahan mengikuti gadis itu keluar rumah melalui pintu belakang, lalu gadis itu berjalan melewati belakang rumah nya nadia dan berhenti di sebuah pohon besar samping kanan rumahnya. Ketika nadia kesana tiba-tiba gadis tadi telah menghilang, lalu nadia mencari kemana perginya gadis tadi dan nadia pun tidak menemukan gadis itu disekitar sana, hening sebentar di sana tiba-tiba nadia mencium bau busuk, kaget dia melihat kearah atas ternyata ada seorang perempuan tergantung dengan sueutas tali di lehernya, kemudian nadia langsung memberitau orang tuanya dan langsung saja setelah beberapa jam kemudian kejadian itu diselidiki oleh pihak kepolisian.
Keesokan harinya di sore hari terungkap, hasil dari penyelidikan polisi bahwa perempuan itu adalah seorang anak yang bernama Melatih yang sudah meninggal kira-kira enam hari yang lalu. Dan diketahui rumah usang itu ternyata bukanlah rumahnya keluarga melati, melainkan melati hanya ingin menunjukkan bahwa tempat tinggalnya ada di pohon besar itu tepat disamping kanan rumahnhya.

SELESAI....
Cerita ini hanyalah karangan semata, maaf jika ada kesalahan kata, terima kasih..


Kontak person :
WA      : 0852-6985-4520

No comments:

Post a Comment