Dua
Dunia
Aku
adalah Fahri anak kedua dari tiga bersaudara, sedangkan adikku namanya rayhan
dan kakak perempuanku bernama Nina. Kami tinggal di rumah sepeninggalan kakek
saya yang telah meninggal beberapa bulan yang lalu, rumah ini cukup besar karna
memiliki dua lantai, namun kami sekeluarga hanya tinggal dibawah saja, itu
dikarenakan rumah atas terbuat dari kayu yang sudah tak terawat lagi dan juga
sudah mulai terlihat usang walaupun masih kuat jika untuk ditinggali.
Awal
kami tinggal disana memang tidak ada hal aneh yang terasa disana, namun hal-hal
aneh mulai dirasakan oleh adikku rayhan baru-baru ini, dia bilang padaku waktu
dia bangun malam hari tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki dari lantai
atas, namun saya langsung menampiknya saya bilang itu mungkin suara tikus yang
memang sering berkeliaran pada malam hari.
Keesokan
harinya kami bertiga bermain di teras depan rumah, beberapa menit kami bermain
kak nina akhirnya bosan dan masuk kerumah untuk nonton tv katanya. Akhirnya
kami Cuma bermain berdua saja. Cukup lama kami bermain, Tak ada angin tiba-tiba
jendela rumah atas terbuka sendiri, itu terlihat jelas dari tempat kami bermain
dan kami terkejut dan langsung berlari kerumah untuk memberi tahu kak nina,
namun ketika kami kembali keteras depan bersama kak nina jendelah tadi kembali
tertutup, aku heran padahal tadi lihat jelas bahwa jendela itu terbuka lebar
dan sekarang malah tertutup dengan rapat.
Sehari
telah berlalu semenjak kejadian itu, sepulang sekolah bersama rayhan kami
langsung bermain keluar bersama teman-teman karena takut kejadian kemarin
terulang lagi. Keasikan bermain kami pulang terlalu sore, akhirnya sampai rumah
kami langsung mandi dan tidur. Entah apa karena tidur terlalu awal aku malah
terbangun di pertengahan malam, merasa haus aku pergi kedapur untuk minum
sgelas air, ketika saya mau kembali kekamar aku mendengar suara seperti orang
yang sedang menyapu lantai dan itu terdengar sangat jelas ditelingaku. Karena
takut aku lari kekamar dan langsung tidur.
Pagi
harinya aku langsung cerita pada rayhan dan dia malah tertawa sambil bilang
mungkin itu tikus yang lagi nyapu. Karena aku penasaran dengan kejadian
kejadian aneh itu, aku berencana untuk mengajak rayhan untuk kelantai atas
tengah malam nanti, setelah kuceritakan rayhan akhirnya juga mau untuk melihat
kelantai atas dan mencari tau apa sebenarnya yang terjadi di atas.
Selesai
makan malam kami langsung tidur dan menyetel alarm jam dua belas malam.
Keasikan tidur terdengar suara kringgg....kringg ternyata suara alarm tadi dan aku
langsung membangunkan rayhan, menghilangkan kantuk sejenak kami langsung ke
lantai atas, terasa menakutkan disana kami coba untuk menyusuri semua ruangan,
dari ruangan paling belakang, runag tengah sampai kekamar depan eh malah tidak
ada apa-apa disana, karena merasa tidak ada yang curigai lagi kami pun langsung
turun kebawah, baru mau turun dari tangga di ruang tengah eh tiba-tiba
terdengar suara geduran keras dari ruang kamar depan, kami langsung menuju
kesana tapi kamarnya malah terkunci, padahal tadi kamarnya tidak kami kunci dan
memang kuncinya telah hilang sejak dulu jadi tidak mungkin jika kami bisa
menguncinya. Kami berusaha untuk membuka pintunya namun sangat susah sekali,
lama mencari cara untuk membuka pintu itu akhirnya terbuka juga, setelah kami
lihat kamarnya lagi-lagi tidak hal aneh yang terjadi disana, kami memutuskan
untuk berhenti mencari dan turun kebawah.
Baru
mau berbalik tiba-tiba pintunya tertutup sendiri dan terkunci, dan saat itulah
kami merasa ketakutan dan coba untuk membuka pintunya namun lagi-lagi susah
untuk di buka, saat lagi berusaha membuka pintu itu kemudian terengar suara
kursi yang bergeser di belakang kami dan setelah kami lihat kebelakang dan kami
berdua kaget melihat sesosok hitam dan bertubuh besar duduk diatas kursi
tersebut. Kami pun ketakutan dan mencoba untuk mendobrak pintu itu, coba dobrak
terus akhirnya pintu tersebut terbuka dan kami pun langsung lari dan menuju
kekamar kami.
Besoknya
kejadian tadi malam kami ceritakan pada nina dan orang tua saya, mendengar hal
itu orang tua saya langsung mendatangi ustadz dan mengajaknya kerumah umtuk
melihat kondisi rumah kami. Ketika ustadz itu melihat rumah di lantai atas itu
dia melihat-lihat di setiap ruang dan
sedikit berdo’a lalu langsung turun. Dan saat berbincang dengan orang tua kami
ustadz berkata memang di dunia kita tinggal bersama mahluk lain selain manusia,
hewan dan tumbuhan. Mahluk ini wajib kita yakini keberadaannya namun yang
membedakan antara dunia kita dan dunia mereka adalah dimensinya, ustadz berkata
kita tidak perlu takut jika tidak saling mengganggu tidak akan terjadi apa-apa,
sebaliknya mereka juga tidak akan mengganggu jika tidak ada yang mengganggu.
Semenjak
mendengar apa yang diucapkan ustadz itu saya tidak mau dan tidak berani lagi
untuk ke lantai atas apa lagi di malam hari, dan bebarapa hari telah berlalu
kejadian itu tidak terjadi lagi, tidak lagi terdengar suara-suara aneh dari
lantai atas baik di siang hari maupun di malam hari, saya berpikir mungkin itu
karena kami coba untuk tidak mengusik mereka.
Akhirnya
kami sekeluarga hidup tenang disana, tepatnya dilantai bawah. Dan ‘’mungkin’’
mereka juga tenang di atas sana. Dan jadilah kami, dua keluarga, satu dunia,
dua dimensi dan satu rumah. “Mungkin”... J
SELESAI....
Cerita ini hanyalah
karangan semata, maaf jika ada kesalahan kata, terima kasih..
Kontak person :
Email : alfadil072@gmail.com